H-4 Valentine.
Aku masih belum dapat kepastian jelas akan hadiah di Valentine mendatang.
Di tabungan merahku ada uang Rp 5000 + tabungan hari mendatang.
Aku masih bingung dan aku ngrasa bersalah.
Harusnya aku nggak sukak sama Cowok.
Kalau tau Cewek akhirnya masih seneng Cowok gitu, apa yo aku tetep ngasih meskipun hatiku sendiri berkata ingin memberi.
Itu tanda kasihku ke dia.
Masalah Si-Cewek? Kenapa dengannya?
Tadi, waktu PD Kristen, aku nyesek.
Denger kabar kalau Cewek masih seneng Cowok, dan tentang jaket yang aku kira dikasih sama saudaranya ternyata dikasih sama Cewek.
Bodohnya aku, kenapa aku nggak ngasih tanggal 17 waktu itu.
Iya, karena aku belinya murahan, dan aku tau itu nggak pantes buatnya. Bahkan, itu tidak mahal dan tidak semewah yang diberi Cewek.
Jadinya aku mundur dan hanya beraksi ke sepatu si cowok.
Aku masih anak kecil.
Aku nggak punya uang, bahkan aku masih minta orang tua.
Kadang, orangtuapun hanya memberi kalau itu memang kebutuhanku. Kalau itu tidak perlu, tidak diberi.
Jadi, mulai kelas 9 kemarin aku latihan setiap harinya aku harus menabung uang sisa tiap harinya (Rp 5000) minimal 1000 rupiah untuk beli pulsa / keinginanku sendiri.
Kembali ke masalah semula, apakah aku tetep ngasih kalau tau Cewek masih seperti itu.
Kalaupun si cewek ngasih coklat, pasti dia lebih mewah dari aku, lebih mahal, lebih ternama, lebih berkualitas.
Hanya satu doaku malam nanti, "Tuhan, ajarilah Hamba untuk tetap hidup sederhana, mempersembahkan hadiah dengan tulus dan berusaha keras dengan upaya diri sendiri. Jadikanlah Hamba ini pekerja keras yang nantinya bisa melayani, membantu orang, mengobati jiwa yang terluka, dan akhirnya Vika bisa bersamaMu melihat hasil karyaMu Bapa yang mengobati banyak jiwa yang terluka. Dan Tuhan, biarkanlah Valentine mendatang Engkau selalu melimpahi kami akan kasih Valentine yang menghangatkan hati kami. Biarkan kami benar-benar merasakan indahnya Valentine denganMu."
