11.02.2015

Teman (?)

Haruskah dengan kekerasan ?
Haruskah dengan pertengkaran ?
Jika dengan kata-kata halus tak mempan.
Jika dengan nasihat tak kau hiraukan.

Berulang kali, aku berkata.
Wahai sobat, tidak semua orang bisa menuruti pintamu.
Wahai sobat, coba tempatkanlah dirimu sebisa mungkin seperti kamu memperlakukan dirimu sendiri.
Wahai sobat, cobalah telan lagi ludah yang sudah kau beri untukku.

Mau kamu jadikan aku sosok temanmu ini yang patut dipertanyakan gelarnya sebagai teman.
Beribu cara menegur sudah melayang.
Namun apalah arti jika kau tetap bertahan akan suatu pahit.
Kepahitan yang kau icip sehingga kata-kata manisku tak pernah kau icipi.