Sudah cukup lama
aku nggak nulis di Blog ini lagi. Rasanya agak sedikit malu,
geli, dan sambil tersipu-sipu sendiri ketika aku buka postingan yang lawas.
There are so many
stories things that I've been going through. 2015 ke 2018? Well, it's not a
short time I suppose.. Aku mau cerita singkatnya aja yah, karena detailsnya aku
udah lupa wkwk
Aku bersyukur jadi diriku sendiri.. bisa
berkesempatan untuk mengenal pribadi Tuhan yang benar-benar nyata dalam
hidupku.
2015
·
lulus dari SMA Taruna Nusantara
·
gagal masuk PTN lewat jalur undangan (SNMPTN)
·
gagal masuk PTN Fakultas Kedokteran lewat semua mode jalur tulis wkwk quite
embarassing
·
berhasil masuk PTN UNS Solo but Fakultas Ilmu Pendidikan - Pendidikan
Biologi, I didn't take it for granted, either both my father and my mother
nggak setuju aku belajar disitu.. They expected me more than they've done.
·
berhasil masuk PTS UKSW Salatiga Fakultas Ilmu Biologi jalur undangan and
literally,.. i was happy wkwkwk but the accreditation level was low, so I
didn't take it again! I decided to follow another test..tooo... UNDIP-Faculty
of Science and Math, and here we go..
Apa yang bisa kita dapatkan dari sini?
1. Basically, aku memang
suka banget sama ilmu Biologi itu sendiri sampai akhirnya pada waktu itu pun
sebenarnya aku bingung, aku ini minat ke FK atau Biologi itu sendiri? Which is
Kedokteran itu spesific untuk level "Humanity", maksudnya adalah you
study about human in a spesific way, meskipun orang-orang Kedokteran juga
belajar tentang Microbiology but ujung-ujungnya pasti buat? Manusia dan
kesehatannya. Berbeda dengan Ilmu Biologi which is soooo widely ranged. Bukan
cuma untuk ilmu kesehatan manusia, but furthermore ini ilmu tentang kehidupan.
Banyak hal yang bisa kamu pelajari di Biologi, keren deh ga bohong aku :')
2. Hidup itu sudah
ada yang mengatur dan sekeras apapun kita insisted / ngotot
/ berjuang keras untuk meraihnya, if it's not meant to be, ya nggak akan buat
kita juga. Disini poin perjalanan imanku dimulai sebagai seorang beriman, but
well..menurutku ga cuma Kristen. Semua agama pun mengajarkan bahwa kita hidup
itu diatur sama Allah, right? Yap, sebagai seorang yang beriman, imanku
benar-benar terasa diuji. Mau sedikit cerita, waktu SMA aku memang tergolong
anak yang memiliki kepandaian diatas rata-rata,bukan typically genius juga yaa
-.-, pun banyak teman-teman yang datang ke aku minta tolong ajarin ini itu.
Tapi Tuhan punya skenario lain yang bikin aku gregetan sendiri. Gila aja, aku
ga kunjung dapet fakultas Kedokteran yang aku mau dan butuh banyak sekali usaha
mengetuk pintu tiap universitas. Tuhan nggak ngasih jalan! But, apakah benar
kalau Tuhan sekejam itu? Pernah at my lowest point, tiap kali aku doa malem aku
selalu bilang "Sejahat apa Engkau ya Bapa membiarkan aku merasa gagal
terus menerus" (well, panggilan "Bapa" disini memang sering aku
gunakan ketika berdoa sebagai ungkapan kedekatanku dengan yang punya hidup
cielah). Sampai akhirnya, ketrima di Biologi UNDIP awalnya aku memang merasa
ragu dan cenderung susah untuk bersyukur karena "biologi doang",
hingga Tuhan bisa ubahkan stigma itu ketika aku sudah menjalaninya selama hampir
4 tahun ini ^_^ Bersyukurnya baru sekarang..honestly. Tuhan itu sangat baik.
Ketika kita sudah berdoa untuk berserah dan meminta tuntunanNya, ya udah..
tunggu dan sabar..nikmati prosesnya. Namanya juga manusia ya? ketika kita dapet
kondisi yang engga enak sama sekali, kita cenderung untuk
menggerutu akan segala hal yang sudah kita terima. Bukti lain kalau Tuhan itu
sayang sama kita adalah kita diberi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman
dan diizinkan belajar tentang hal-hal yang ternyata SEIYA dan SEMINAT sama
kita. Belum tentu juga aku akan survive kalau emang aku ketrima di FK, kerennya
Tuhan disini eh T_T terharu.. Dia tuntun aku ke tempat yang tepat dan engga
meleset salah 1% pun."Kalau kamu punya iman, maka pakailah itu. Karena
sekecil apapun imanmu, dia akan mampu pindahkan gunung."
2016-2017
·
studi di perkuliahan oke nggak oke -,-
·
organisasi lancar
·
berkesempatan jadi asisten dosen
·
IPK puji Tuhan
·
Diizinkan mengenal seseorang J
1. Hidup gue mulus? Nope.
Oke nggak oke. Menjalani perkuliahan di semester I-V di Biologi itu rasanya
kaya pengen daftar main sinetron aja deh, penuh drama. Kenapa begitu? Karena
praktikum J yaaa jeng jeng ! Praktikum. Harta
karun bagi semua umat Biologi di dunia wkwk. Pelaksanaan praktikum di ruang
laboratorium sih cuma berjalan 1-3 jam, tapi welcome to the jungle bagi semua
orang yang malas menulis...for it needs more than 1 day to write your laporan
praktikum. Most of my days were spent only in my dormitory room to write
laporan praktikum. 1 matkul ada 1 SKS praktikum, 1 SKS praktikum ada
masing-masing punya lebih dari 5 acara praktikum. Jadi, semisal kamu ambil 6
matkul yang ada praktikumnya, yaudah deh..nikmatin aja seminggu ngedekem di
kamar, belum revisinya #UPS. Mumet deh. Pengalaman yang paling tidak terlupakan
disini adalah berat badanku bisa turun dari 65 ke 58 wkwk bahagia memang, tapi
not for my parents..mereka prihatin melihatku kurus. Hmm.. Nggak2, itu
bercanda. Hal yang paling terkenang adalah perjuangannya. Tidak
semua manusia mau berjuang untuk belajar sampe tengah malem, nulis laporan
tulis tangan sebejibun banyaknya, mau mengulang laporan yang kena revisi atau
bahkan HILANG *LOL*, mau ke laboratorium tengah malem untuk menghitung
mikroalga hasil kultur pake mikroskop manually wkwk, mau mengulang percobaan
lab yang gagal, mau menghafal semua struktur dan anatomi makhluk hidup (baik
mikroba, virus, manusia, hewan, tumbuhan), mau menghafal semua proses reaksi
biokimia, struktur nomenclature organisme, ah..gila. Inilah Biologi. Kalau
nggak siap mental, mending di dapur aja yah ladies..
2. Berkesempatan
jadi asisten dosen
Hmmmmm... JJ luar biasa wkwk penuh lika-liku
kehidupan.. Yang bisa aku sharingkan adalah jadi asisten itu ngga gampang dan
harus konsisten penuh sama pekerjaan. “Lebih baik engga mudah mengeluh”
---teorinya begitu tapi SUSAHNYA minta ampun ketika dapet pekerjaan adik-adik
yang mantap jiwa..
3. Organisasi lancar, kuliah lancar, IPKlancar,
syukurlah aku diizinkan punya IPK yang benar-benar di atas. Balik lagi ke
point bersyukur. Tuhan itu baik gengs. Baiiik bgt. Through all the things I’ve
been going on? He blows my mind. Aku pribadi ngga menyangka kalau aku ternyata
tahan uji. Dibela-belain sampe sakit, ngga mood belajar, eh masih dikasih
kesempatan. Dah, intinya.. Tuhan itu sangat baik. Aku nyesel banget aku pernah
bilang kalau Tuhan itu jahat.
4. Perihal mengenal someone special..
Intinya, yang bisa mau aku bagi disini adalah..gausah kepo terlalu
banyak ya :p. Aku bersyukur banget sampe saat ini , udah jalan 3 tahun
mengenal dan 2 tahun pacaran bukan hal yang mudah bagiku*.Apalagi..LDR. But,
Tuhan bimbing kita berdua. Aku imani Tuhanlah yang bawa dia ke hidupku, supaya
aku bisa makin diubahkan ke arah yang lebih baik. Banyak hal positif yang bisa
aku ambil karena kami memutuskan untuk LDR dan aku mau bilang, proses ini
mendewasakan aku dan dia. Nilai IPKku pun sebetulnya tinggi karena ada faktor
dari dianya hehe penyemangat ceritanya, makin terkatrol dengan adanya dia.
Tuhan sungguh amat baik, semua berkat Tuhan. Percayalah padaNya, sebab
Dia itu baik! ^_^
*kenalilah sebelum semuanya terlambat wkwk
2018
Coming soon!
"Aku bersyukur jadi diriku sendiri.. bisa
berkesempatan untuk mengenal pribadi Tuhan yang benar-benar nyata dalam
hidupku.
Sinc,
Vero






