Aku adalah pantai.
Tempat siapapun bisa berlabuh untuk merenung, untuk bersuka, untuk marah dan untuk mengadu. Saksi bisu akan peradaban kehidupan manusia zaman Eidan sekarang ini. Beberapa tahun ini yang berlabuh ya itu-itu saja dan untuk itu-itu saja. Bosan memang. Kebiasaan itu membuatku hanya bisa mendengar banyak dari mereka sang pendatang yang membawa oleh-oleh cerita mereka sendiri. Really in a passive, dead.
Ah, tapi kali ini berbeda.
Tuhan mengijinkan aku memiliki cerita yang berbeda. Maka, aku si pantai ini bersedia untuk membuka pintu masuknya, dan siap untuk dilukis warna pasirnya dengan warna apapun olehNya untuk memperindah diriku yang tak ada apa-apanya ini.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Waktu itu adalah hari Pasir, bulan Ombak, dan tahun Jupiter.
Seekor induk kura-kura cantik datang bertelur di pasirku. Damn it! I don't know what to do! Aku ini kan pantai? Pantai. Bukan manusia-manusia yang hidup. Jadi, waktu itu aku hanya bisa melihat dan menerima saja, bisu. Sudah pasif, bisu, mati lagi. Bisa apa aku ini?
Setelah puas betina itu mengeluarkan bola menjijikan dari perutnya, ia pergi. Ia membiarkan itu bersarang di pasirku.
Hell yah, shortly, I keep still silent and observe it grows, until nowadays.
Hari-hariku untuk melihatnya tumbuh dan menemaninya tak terasa sebagai hal yang bullshit. Obviously, really I'm in love in it. It's a rarely happenings in my live. Booomsh. Change happened. I returned from that dead. Sekali dalam hidup, who knows? Do you care? I think no. Just me who cares about my own feelings. You got a guess, special guess. And I'm in a forever thanks to You who direct it into this vain damn sand. And because of You, it makes me alive although I don't even have any hands even more ears.
Bayangkan saja. Hal sekecil apapun bisa dibuatNya menjadi "hidup kembali" asalkan kamu mau dirubahnya. Aku yang nggak punya tangan sama kuping akhirnya bisa ngerasa punya kuping sama tangan, bahkan hati. Ajaib bukan?
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Angin berganti angin, air berganti air, dan tahun berganti tahun. Matahari datang dan pergi terlalu cepat atau mungkin sebegitu cepatkah rotasi bumi terhadap matahari? Oh I'm in freaking worries : the egg is going to hatch!
Menetasnya telur itu, bagaikan anak kecil yang baru tau rasanya tertusuk jarum. Awalnya senang menemukan hal baru, diikuti rasa tangis sakit luar biasa kemudian. Dan menetasnya telur itu, bagaikan 9 jari kau simpan untuk mensyukuri hari-hari bahagiamu, dan 1 jari kemudian akan muncul nanti saatnya untuk menunjukkan kekuatannya yang hampir sama dengan 9 jari--kesedihanmu.
Senang, sangat. Sedih, tak terperikan. Isinya, hanya menghitung hari.
Tak lama lagi akan pergi. Warna itu, akankah tetap ada dipasir? Atau luntur bersama dengan datangnya terjangan ombak? Kura-kura itu sebentar lagi akan pergi dari pantai itu untuk mengarungi lautan kehidupannya sebagai seorang kura-kura dewasa. Jalan hidup diarungi sendiri-sendiri, dengan berjuta lautan cerita yang kita tak tahu apa yang akan Sang Pelukis Agung tuangkan di dalamnya.
....bersambung
